Bagaimana Ekaristi Menjadi Sebuah "Kurban"
Daftar Isi [Tampilkan]
Baca Juga :
Kasih Sayang π
Apalah artinya perbedaan dibandingkan dengan banyaknya
persamaan diantara kita. Bukankah kita sama-sama membutuhkan sesuap nasi tanak dan seteguk air segar demi memenuhi lapar dan dahaga? Kita juga sama-sama menangis di kala sedih dan tertawa di saat gembira. Kita sama-sama gemetar sewaktu ketakutan melanda serta tergelak ketika kegembiraan menerpa. Kita sama-sama berkeringat di bawah terik matahari, dan menggigil ditelan dinginnya malam. Tidakkah kita melihat begitu banyak persamaan di antara kita sampai -sampai muskil Lalu mengapa secuil perbedaan yang dipicu oleh keinginan,
hasrat dan nafsu menyangsikan semua kesamaan kita? Mengapa kita. seolahmemiliki lebih banyak waktu untuk mengais-ais perbedaan, menggoreskan garis pemisah, memancang bendera kami dan kau? Tidak cukupkah satu persamaan di antara kita berikut ini memupuskan kegigihan untuk mempertahankan warna-warna itu : bukan kakita sama -sama membutuhkan kasih sayang
† MBagaimana Ekaristi Menjadi Sebuah "Kurban"?
Ekaristi menjadi sebuah kurban pujian, syukur, penebusan dan pemulihan bagi orang yang hidup dan yang mati. Sama seperti Kristus bertindak selaku imam dan berkurban di Kalvari, demikian juga di
✝ Kurban Kalvari
Dalam Ekaristi, tetapi dengan cara yang tidak berdarah. Kurban Kalvari dan Ekaristi adalah satu dan sama.
Hari Ini Adalah Hari Yang Istimewa Dari Tuhan Untuk Bisa Berkarya
.gif
)

0 Response to "Bagaimana Ekaristi Menjadi Sebuah "Kurban""
Post a Comment